WarungKopi

    3 HARI KEHIDUPAN

    Share

    shia shia
    WarKop Super DIVA
    WarKop Super DIVA

    Female
    Jumlah posting : 1020
    Age : 25
    Lokasi : MEDAN
    Registration date : 26.09.08

    3 HARI KEHIDUPAN

    Post by shia shia on Sun Nov 02, 2008 7:38 pm

    Hari pertama : Hari kemarin.
    Kita tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
    Kita tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
    Kita tak mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulangi kegembiraan yang Kita rasakan kemarin.
    Biarkan hari kemarin lewat dan beristirahat dengan tenang;
    lepaskan saja…

    Hari kedua : hari esok.
    Hingga mentari esok hari terbit,
    Kita tak tahu apa yang akan terjadi.
    Kita tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
    Kita tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
    Esok hari belum tiba; toh belum tentu esok hari Kita merengkuhnya
    biarkan saja…
    Yang tersisa kini hanyalah hari ini.
    Pintu masa lalu telah tertutup,
    Pintu masa depan pun belum tiba.
    Pusatkan saja diri Kita untuk hari ini.
    Kita dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila Kita mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari.
    Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.
    Hiduplah apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini, hari ini yang abadi.
    Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada Kita.
    Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti.
    Ingatlah bahwa Kita menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri Kita sendiri
    Jadi, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu
    bingung, lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan sekarang juga

    shia shia
    WarKop Super DIVA
    WarKop Super DIVA

    Female
    Jumlah posting : 1020
    Age : 25
    Lokasi : MEDAN
    Registration date : 26.09.08

    CERITA MOTIVASI

    Post by shia shia on Sun Nov 02, 2008 7:40 pm

    30-Aku Bangga dengan Koruptor

    February 6, 2007 · Filed Under Suara Hati · 4 Comments

    Apalagi yang bisa dibanggakan ? gejolak itu terus menghantui dan bahwa tersirat dalam lembaran mimpi-mimpi. Kita memang sedang bermimpi dan mimpi-mimpi itu makin diperindah dengan bunga-bunga yang ditaburkan oleh penguasa. Betapa tidak konon katanya “penguasa” akan memberantas hangus para koruptor. Ratusan mungkin ribuan ungkapan terdengar bahkan buku sakuku tak sanggup menyalin ungkapan serupa akan janji-janji yang dilotarkan.
    Sederet aturan dan lembaga memamerkan dirinya untuk mengatakan”Koruptor tidak akan lepas”. Adu ketangkasan diperlukan untuk memperjelas tabur genderang permainan. Waduh… sebuah permainan ?, memang yang muncul lebih banyak sebuah permainan yang disuguhkan dalam sebuah teater besar bernama Indonesia. Dengan lakon dan sutrada; penguasa, politisi, pengusaha bahkan pemain penggiran dari kelompok masyarakat ikut rame memainkan pementasan kolosal maha akbar. Read more
    Tags:

    22-Kalau Bisa Dipersulit Mengapa Dipermudah?

    January 28, 2007 · Filed Under Suara Hati · 1 Comment

    Siapa tidak kenal ungkapan paling populer ini? Simak bagaimana penerapannya secara positif bagi pengembangan diri.
    Jika Anda pernah berurusan dengan birokrasi swasta maupun pemerintah di Republik ini, Anda pasti tidak asing dengan ungkapan i atas. Itulah ungkapan yang menggambarkan buruknya sikap mental para birokrat yang seharusnya punya kredo melayani publik, namun sebaliknya justru mereka yang akhirnya harus dilayani publik. Tak heran jika kita mengurus perizinan atau proses tertentu, maka dengan segala kelihaiannya para birokrat itu akan mempersulitnya. Akibatnya urusan jadi bertele-tele dan benar-benar menyita waktu. Jika kita takluk, maka mau tidak mau harus merelakan sejumlah uang untuk mempercepat urusan tersebut. Kebiasaan ini pula yang melestarikan mental korupsi di masyarakat kita. Jadi, ungkapan kalau bisa dipersulit mengapa dipermudah benar-benar menjadi penyakit mental yang luar biasa mengesalkan dan merugikan. Read more
    Tags:

    18-Mama Jangan Tinggalin Ade Ya…

    January 25, 2007 · Filed Under Suara Hati · 3 Comments

    31 Desember 2004 ..
    Suatu siang di tenda penampungan pengungsi di Blang Bintang, Banda Aceh. Seperti hari-hari lalu, banyak orang lalu lalang diantara barisan pengungsi yang tercerai berai dari keluarganya. Ada pejabat-pejabat yang menghibur dan membesarkan hati mereka. Juga relawan yang hilir mudik mengemasi sumbangan para penderma. Diantara kesibukan itu, suara tangis terdengar lamat-lamat. Seorang gadis kecil duduk di pojok tenda, berbaju tidur motif kembang. Wajahnya suram, air matanya mengalir bak sungai kecil.
    Kepalanya dililit perban, menutupi rambutnya yang pendek. Diantara tangisnya berulang kali gadis itu menyebut “Papa … Mama” dan air matanya berurai deras lagi setelahnya.Hari memang tiba-tiba amat cepat bergulir bagi Putri. Sepuluh tahun masa lalunya di Lampasah, Banda Aceh, digulung ombak dalam waktu setengah jam, di sebuah hari menjelang pagi lima hari sebelumnya. Sekejap saja, gadis kecil bermata bulat itu kehilangan semuanya. Read more
    Tags:

    14-Cerita Seorang Teman

    January 22, 2007 · Filed Under Suara Hati · Comment

    Senin 27 desember lalu saya berangkat ke banda aceh untuk liputan buat associated press television news (salah satu media tempat saya menjadi kontributor) ternyata apa yang saya saksikan disana jauh lebih mengenaskan daripada sekedar menyaksikannya lewat layar kaca. Di sini saya bisa berinteraksi langsung dengan pada korban, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati. Dengan yang hidup saya masih bisa berbincang-bincang seadanya (tak etis rasanya saya menanyai mereka panjang lebar karena mereka baru tertimpa bencana, dan saya tau mungkin mereka belum makan sejak minggu pagi saat bencana itu terjadi). Saya juga bisa merasakan langsung kesedihan yang terpancar dari wajah-wajah kuyu yang kecapaian dan masih trauma itu. Mungkin kalau saya mengerti bahasa aceh kesedihan itu bisa jadi berlipat- lipat. Read more
    Tags:

    13-Gunung Jangan Pula Meletus

    January 21, 2007 · Filed Under Suara Hati · Comment

    Khusus untuk bencana Aceh, saya terpaksa menemui Kiai Sudrun. Apakah kata mampu mengucapkan kedahsyatannya? Apakah sastra mampu menuturkan kedalaman dukanya? Apakah ilmu sanggup menemukan dan menghitung nilai-ilai kandungannya?
    Wajah Sudrun yang buruk dengan air liur yang selalu mengalir pelan dari salah satu sudut bibirnya hampir membuatku marah. Karena tak bisa kubedakan apakah ia sedang berduka atau tidak. Sebab, barang siapa tidak berduka oleh ngerinya bencana itu dan oleh kesengsaraan para korban yang jiwanya luluh lantak terkeping- keping, akan kubunuh. “Jakarta jauh lebih pantas mendapat bencana itu dibanding Aceh!,” aku menyerbu. Read more
    Tags:

    11-Mungkin Sekali Saya Sendiri Juga Maling

    January 20, 2007 · Filed Under Suara Hati · 1 Comment

    Kita hampir paripurna menjadi bangsa porak-poranda, terbungkuk dibebani hutang dan merayap melata sengsara di dunia. Penganggur 40 juta orang, anak-anak tak bisa bersekolah 11 juta murid, pecandu narkoba 6 juta anak muda, pengungsi perang saudara 1 juta orang, VCD koitus beredar 20 juta keping, kriminalitas merebat di setiap tikungan jalan dan beban hutang di bahu 1600 trilyun rupiahnya.
    Pergelangan tangan dan kaki Indonesia diborgol di ruang tamu Kantor Pegadaian Jagat Raya, dan di punggung kita dicap sablon besar-besar Tahanan IMF dan Penunggak Bank Dunia. Read more
    Tags:

    2-Kehendak Untuk Berubah

    January 1, 2007 · Filed Under Suara Hati · Comment

    Ketika aku masih muda dan bebas berhayal, aku bermimpi ingin mengubah dunia, seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku, kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah.
    Maka cita-cita itu pun agak kupersempit, lalu ku putuskan untuk hanya mengubah negriku namun tampaknya, hasrat itupun tiada hasilnya.
    Ketika usiaku semakin senja, dengan semangatku yang masih tersisa, kuputuskan untuk mengubah keluargaku, orang yang paling dekat denganku. tetapi celakanya, merekapun tidak mau diubah! dan kini, sementara aku berbaring saat ajal menjelang, tiba-tiba ku sadari:
    “Andaikan yang pertama -tama kuubah adalah Diriku,
    Maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan, mungkin aku bisa mengubah keluargaku.
    Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka, bisa jadi aku pun mampu memperbaiki Negriku
    Kemudian siapa tahu, aku bahkan bisa mengubah dunia!”
    Tags:

    1-Sebuah Renungan Akhir Tahun

    December 31, 2006 · Filed Under Suara Hati · Comment

    Seorang pejabat keluar dari sebuah hotel mewah. Ia baru saja menyelenggarakan seminar dan malam amal untuk mencari dana bagi anak-anak miskin yang berkeliaran di jalan. Ketika akan masuk ke mobil mewahnya, seorang anak jalanan mendekatinya dan merengek, ”Pak, minta uang sekadarnya. Sudah dua hari saya tidak makan.” Pejabat itu terkejut dan melompat menjauhi anak itu. ”Dasar anak keparat yang tak tahu diri!” teriaknya. ”Tak tahukah kamu bahwa sepanjang hari saya sudah bekerja sangat keras untukmu? Read more

      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 1:07 am