WarungKopi

    Sebelum Kamu Menceraikanku, sebelum menceraikan ku boponglah Aku

    Share

    sHe_wuu
    WarKop Super DIVA
    WarKop Super DIVA

    Female
    Jumlah posting : 1488
    Age : 26
    Lokasi : medan
    Registration date : 08.10.08

    Sebelum Kamu Menceraikanku, sebelum menceraikan ku boponglah Aku

    Post by sHe_wuu on Tue Nov 25, 2008 3:59 pm

    Pada hari pernikahanku, aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti
    didepan flat kami yang cuma berkamar satu. Sahabat-sahabatku
    menyuruhku
    untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki
    rumah
    kami. Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yang
    sangat bahagia.
    Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu.
    Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air
    bening.
    Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha
    untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan
    kasih
    diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil. Setiap pagi
    kami
    berangkat kerja bersama-sama dan sampai dirumah juga pada waktu yang
    bersamaan.
    Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami
    kelihatan
    bahagia.
    Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yang tidak
    kusangka-sangka.
    Dew hadir dalam kehidupanku.

    Waktu itu adalah hari yang cerah.
    Aku berdiri di balkon dengan Dew yang
    sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya.
    Ini adalah apartment yang kubelikan untuknya. Dew berkata ,
    "Kamu adalah jenis pria terbaik yang menarik para gadis.
    " Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami
    baru menikah,istriku pernah berkata,
    "Pria sepertimu,begitusuk ses, akan menjadi sangat menarik bagi para
    gadis."
    Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu- ragu. Aku tahu kalo aku telah
    menghianati istriku.
    Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku melepaskan tangan Dew dan
    berka ta,
    "Kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit
    urusan
    dikantor
    " Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji
    menemaninya.
    Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku
    walaupun
    kelihatan tidak mungkin.
    Bagaimanapun, aku merasa sangat sulit untuk
    membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun ku jelaskan,
    ia pasti akan sangat terluka. Sejujurnya,ia adalah seorang istri yang
    baik.
    Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan
    TV.
    Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama-sama. Atau
    aku
    akan menghidupkan komputer,membayangkan tubuh Dew. Ini adalah hiburan
    bagiku.
    Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "Seandainya kita bercerai, apa
    yang akan kau lakukan?
    " Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara.
    Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yang sangat jauh
    dari
    nya.
    Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika
    tahu bahwa aku serius.
    Ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku.

    Hampir seluruh
    staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan
    berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan ia.
    Ia kelihatan sedikit kecurigaan. Ia berusaha tersenyum pada
    bawahan-bawahanku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.

    Sekali lagi, Dew berkata padaku," He Ning, ceraikan ia, O.K.? Lalu
    kitaakan hidup bersama." Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh
    ragu-ragu lagi. Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku
    pegang tangannya,
    " Ada sesuatu yang harus kukatakan" Ia duduk diam dan makan
    tanpa bersuara.
    Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba-tiba aku tidak tahu
    harus berkata apa.

    Tapi ia tahu kalo aku terus berpikir. "Aku ingin bercerai ", ku
    ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang.
    Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata-kataku, tapi ia bertanya secara
    lembut, "kenapa?" "Aku serius.

    " Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat
    marah.
    Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku,"Kamu bukan laki-
    laki!".

    Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis.
    Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yang telah terjadi dengan perkawinan
    kami.
    Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan sebab hatiku telah
    dibawa pergi oleh Dew.
    Dengan perasaan yang amat bersalah,
    Aku menuliskan surai perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil
    dan 30% saham dari perusahaanku.
    Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian..
    Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita
    yang telah 10 tahun hidup
    bersamaku sekarang menjadi seorang yang asing dalam hidupku.
    Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yang telah kuucapkan. Akhirnya ia
    menangis dengan keras didepanku,
    dimana hal
    tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya
    merupakan suatu pembebasan untukku.
    Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang
    sungguh-sungguh telah terjadi.

    Pada larut malam,aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku
    melihat ia sedang menulis sesuatu.
    Karena capek aku segera ketiduran. Ketika aku terbangun tengah malam, aku
    melihat ia masih menulis.
    Aku tertidur kembali. Ia menuliskan syarat-syarat dari perceraiannya.
    Ia tidak menginginkan apapun dariku,tapi aku harus memberikan waktu
    sebulan sebelum menceraikannya,
    dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya.

    Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikkan
    pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi
    dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami.

    Ia
    menyerahkan persyar atan tersebut dan bertanya," He Ning, apakah
    kamu masih
    ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan
    kita?"
    Pertanyaan ini tiba-tiba mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku.
    Aku mengangguk dan mengiyakan. "Kamu membopongku dilenganmu",
    katanya,

    "Jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongku
    pada waktu perceraian kita.
    Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku
    keluar dari kamar tidur ke pintu."
    Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yang
    telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis.

    Aku memberitahukan Dew soal syarat- syarat perceraian dari istriku.
    Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. "Bagaimanapun
    trik yang ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini,

    " ia mencemooh. Kata-katanya membuatku merasa tidak enak. Istriku
    dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu.
    Kami saling menganggap orang asing.
    Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah
    tingkah.
    Anak kami menepuk punggung kami,"Wah, papa membopong mama, mesra
    sekali" Kata-katanya membuatku merasa sakit..
    Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter
    dengan ia dalam lenganku.
    Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut," Mari kita mulai hari
    ini,jangan memberitahukan pada anak kita.
    " Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku melepaskan ia di pintu.
    Ia pergi menunggu bus,
    dan aku pergi ke kantor.

    Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku,
    kami begitu dekat sampai-sampai aku bisa mencium wangi dibajunya.
    Aku menyadari bahwa aku
    telah sangat lama tidak melihat dengan mesra
    wanita ini.
    Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi, beberapa kerut tampak di wajahnya.

    Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "Kebun diluar sedang
    dibongkar, hati- hati kalau kamu lewat sana ."
    Hari keempat,ketika aku membangunkannya, aku merasa kalau kami masih
    mesra seperti sepasang suami istri
    dan aku masih membopong kekasihku dilenganku. Bayangan Dew menjadi samar.

    Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal,
    seperti,
    dimana ia telah menyimpan baju-bajuku yang telah ia setrika, aku harus
    hati-hati saat memasak,dll.
    Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin
    erat. Aku tidak
    memberitahu Dew tentang ini.
    Aku merasa begitu ringan membopongnya. Berharap setiap hari pergi ke
    kantor bisa membuatku semakin kuat.
    Aku berkata padanya,"Kelihatann ya tidaklah sulit
    membopongmu
    sekarang" Ia sedang mencoba pakaiannya,
    aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba
    beberapa tapi tidak bisa
    menemukan yang cocok. Lalu ia melihat, "Semua pakaianku
    kebesaran".
    Aku tersenyum. Tapi tiba-tiba aku menyadarinya sebab ia semakin kurus itu
    sebabnya aku bias membopongnya dengan ringan bukan
    disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya
    dalam hati.
    Sekali lagi, aku merasakan perasaan sakit Tanpa sadar ku sentuh
    kepalanya.
    Anak kami masuk pada saat tersebut. "Pa,sudah waktunya membopong
    mama keluar"

    Baginya,melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi
    bagian
    yang penting.
    Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan
    erat.
    Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik
    terakhir.
    Aku
    menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang
    duduk ke teras.
    Tangannya memegangku secara lembut dan alami. Aku menyanggah badannya
    dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami.
    Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatk u sedih.

    Pada hari terakhir, ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah
    dengan berat.
    Anak kami telah kembali ke sekolah. Ia berkata,
    "Sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita
    tua".
    Aku memeluknya dengan kuat dan berkata "Antara kita saling tidak
    menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra".
    Aku melompat turun dari mobil tanpa Sempat menguncinya. Aku
    takut
    keterlambatan akan membuat pikirankuberubah.
    Aku menaiki tangga. Dew membuka pintu. Aku berkata padanya," Maaf
    Dew, Aku tidak ingin bercerai.
    Aku serius". Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh
    dahiku.
    "Kamu tidak demam".
    Kutepiskan tanganya dari dahiku "Maaf, Dew,Aku Cuma bisa bilang maaf
    padamu,
    Aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan
    ia dan aku tidak bisa merasakan nilai-nilai dari
    kehidupan,bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi.Sekarang aku
    mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku,
    ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku
    minta maaf padamu" Dew tiba-tiba seperti tersadar.
    Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dengan kencang
    dan tangisannya meledak.
    Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor. Dalam perjalanan aku melewati
    sebuah toko
    bunga, ku pesan sebuah buket bunga
    kesayangan istriku.

    Penjual bertanya apa yang mesti ia tulis dalam kartu ucapan?
    Aku tersenyum, dan menulis " Aku akan membopongmu setiap pagi sampai
    kita
    tua..."

    eisenhower
    WarKop Super DIVA
    WarKop Super DIVA

    Male
    Jumlah posting : 2329
    Age : 31
    Lokasi : medan sekitarnya
    Registration date : 06.10.08

    Re: Sebelum Kamu Menceraikanku, sebelum menceraikan ku boponglah Aku

    Post by eisenhower on Tue Nov 25, 2008 4:18 pm

    plok.. plok.. plok..

    BTeo
    WarKop Super DIVA
    WarKop Super DIVA

    Male
    Jumlah posting : 2186
    Age : 33
    Registration date : 17.09.08

    Re: Sebelum Kamu Menceraikanku, sebelum menceraikan ku boponglah Aku

    Post by BTeo on Tue Nov 25, 2008 4:32 pm

    T_T
    *speechless*

    Ashryn
    WarungKopi DIVA
    WarungKopi DIVA

    Female
    Jumlah posting : 859
    Age : 28
    Lokasi : Medan donk....
    Registration date : 06.10.08

    Re: Sebelum Kamu Menceraikanku, sebelum menceraikan ku boponglah Aku

    Post by Ashryn on Tue Nov 25, 2008 4:33 pm

    I love you I love you I love you

    Cj'88
    WarKop Super DIVA
    WarKop Super DIVA

    Male
    Jumlah posting : 1312
    Age : 28
    Registration date : 31.10.08

    Re: Sebelum Kamu Menceraikanku, sebelum menceraikan ku boponglah Aku

    Post by Cj'88 on Tue Nov 25, 2008 4:42 pm

    panjang bener.. haha.. blm w baca tuh.. wekeke..

    MF
    WarKop Super DIVA
    WarKop Super DIVA

    Male
    Jumlah posting : 1378
    Age : 31
    Lokasi : Medan
    Registration date : 25.10.08

    Re: Sebelum Kamu Menceraikanku, sebelum menceraikan ku boponglah Aku

    Post by MF on Tue Nov 25, 2008 9:59 pm

    nice story..

    vinn_ipoyo
    WarKop Super DIVA
    WarKop Super DIVA

    Female
    Jumlah posting : 1897
    Age : 27
    Lokasi : Sumwhere i belong...
    Registration date : 26.09.08

    Re: Sebelum Kamu Menceraikanku, sebelum menceraikan ku boponglah Aku

    Post by vinn_ipoyo on Wed Nov 26, 2008 8:12 pm

    Hmph,gud st0ry...
    Alwez keep d l0ve as l0ng as u can..

    k3v1n_fan
    WarKop Super DIVA
    WarKop Super DIVA

    Male
    Jumlah posting : 1789
    Lokasi : EartH
    Registration date : 17.09.08

    Re: Sebelum Kamu Menceraikanku, sebelum menceraikan ku boponglah Aku

    Post by k3v1n_fan on Wed Nov 26, 2008 10:33 pm

    very touch story....

    Sponsored content

    Re: Sebelum Kamu Menceraikanku, sebelum menceraikan ku boponglah Aku

    Post by Sponsored content Today at 3:22 am


      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 3:22 am