WarungKopi

    Love your job, but never fall in love with your company

    Share

    sakura_boyz
    King Of Warkop
    King Of Warkop

    Male
    Jumlah posting : 2525
    Age : 32
    Lokasi : M.E.D.A.N city
    Registration date : 17.09.08

    Love your job, but never fall in love with your company

    Post by sakura_boyz on Tue Jan 06, 2009 10:45 pm

    "Love your job, but never fall in love with your company"

    Seorang CEO sebuah perusahaan IT dari India berbicara dalam sebuah sesi
    dengan para karyawan tentang filosofi ini. CEO tersebut termasuk dalam
    50 orang paling berpengaruh dalam dunia bisnis di Asia (dirilis oleh
    majalah Asiaweek).

    Inti ceritanya: "CINTAILAH PEKERJAANMU, TAPI JANGAN PERNAH JATUH CINTA
    KEPADA PERUSAHAANMU, KARENA KAMU TIDAK PERNAH TAHU KAPAN PERUSAHAANMU
    BERHENTI MENCINTAIMU" Narayana Murthy.

    Bagi yang tertarik membaca pandangan dia secara mendalam, berikut
    kutipan kata-katanya:
    Saya sering menjumpai orang-orang yang bekerja selama 12 jam sehari, 6
    hari seminggu, atau lebih. Beberapa diantaranya melakukan hal tersebut
    karena diburu-buru oleh deadline, memenuhi target yang telah ditetapkan.
    Bagi mereka, waktu-waktu panjang yang penuh lembur bersifat
    sewaktu-waktu saja. Ada pula yang menjalani jam-jam panjang dalam
    hari-hari mereka selama bertahun-tahun: entah karena orang-orang ini
    merasa telah mengabdikan diri sepenuhnya kepada pekerjaan, atau bisa
    juga disebut workaholic.

    Apapun alasan yang orang buat untuk bekerja lembur, kondisi tersebut
    berpengaruh TIDAK BAIK kepada orang yang menjalani maupun
    orang-orang sekitarnya. Berada dalam kantor selama berjam-jam dalam
    rentang waktu yang lama, bisa menimbulkan potensi yang cukup besar bagi
    yang menjalaninya untuk membuat kesalahan. Rekan-rekan saya yang saya
    kenal sering bekerja lembur, sering membuat
    kesalahan karena faktor kelelahan. Membetulkan kesalahan-kesalahan ini
    tentu saja membutuhkan waktu dan tenaga tidak saja dari dirinya sendiri,
    melainkan orang lain yang secara langsung maupun tidak langsung bekerja
    bersamanya.

    Masalah lain adalah orang-orang yang bekerja pada perusahaan yang
    menetapkan waktu kerja yang ketat seringkali bukanlah orang-orang yang
    secara pergaulan menyenangkan. Para karyawan dari perusahaan dengan tipe
    seperti ini sering mengeluh atau komplain mengenai orang lain (yang
    tidak bekerja sekeras mereka). Mereka menjadi mudah tersinggung, dan
    mudah marah. Orang-orang lain menjauhi mereka. Perilaku semacam ini
    secara organisasi tentunya merupakan masalah besar: hasil besar akan
    dicapai oleh sebuah organisasi apabila ada jalinan harmonis dalam kerja
    sama tim antar karyawannya, bukannya bekerja sendiri-sendiri dan saling
    menjauhi.

    Sebagai seorang pimpinan, saya harus membantu orang lain untuk
    meninggalkan kantor tepat waktu. Langkah pertama dan terpenting adalah
    sayalah yang harus memberi contoh dan pulang ke rumah tepat waktu. Saya
    bekerja dengan seorang manajer yang menyindir orang-orang yang bekerja
    lembur terlalu lama. Ajakannya menjadi kehilangan makna ketika
    orang-orang menerima emailnya dan melihat jam email tersebut dikirim
    ternyata jam 2 pagi.

    Untuk mengajak orang melakukan suatu hal, langkah terpenting adalah
    memberi contoh dengan melakukannya sendiri. Langkah kedua adalah
    mengajak orang untuk menjalani hidup yang seimbang. Sebagai contoh,
    berikut ini adalah langkah-langkah yang
    menurut saya cukup membantu:
    1. Bangun pagi, sarapan dengan menu yang baik, lalu berangkat bekerja..
    2. Bekerjalah dengan keras dan pintar selama 8 atau 9 jam sehari..
    3. Pulanglah ke rumah
    4. Baca buku atau komik, menonton film yang lucu, kumpul-kumpul dengan
    rekan-rekan.
    5. Makan yang sehat dan tidur yang cukup

    Langkah-langkah ini disebut sebagai recreating. Mengerjakan langkah 1,
    3, 4, dan 5 akan memungkinkan langkah 2 dilakukan secara efektif
    dan seimbang.

    Bekerja secara normal dan mempertahankan hidup yang seimbang adalah
    konsep yang sederhana. Langkah-langkah tersebut mungkin akan sulit
    dilakukan oleh sebagian orang karena orang tersebut akan menganggap
    perlunya perubahan mendasar yang bersifat personal pada dirinya.

    Sebenarnya langkah-langkah ini memungkinkan untuk dilakukan oleh setiap
    orang, karena kita memiliki kekuatan untuk memilih apa yang
    akan kita lakukan.

    Suatu hari, seorang ahli "Manajemen Waktu" berbicara di depan sekelompok
    mahasiswa bisnis, dan ia memakai ilustrasi yang tidak akan
    dengan mudah dilupakan para siswanya.

    Dia mengeluarkan toples berukuran satu galon yang bermulut cukup lebar,
    dan meletakkannya diatas meja. Lalu ia juga mengeluarkan
    sekira selusin batu berukuran segenggam tangan, dan meletakkan dengan
    hati-hati batu-batu itu kedalam toples. Ketika batu itu memenuhi
    toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yang muat untuk
    masuk ke dalamnya, dia bertanya, "Apakah toples ini sudah penuh?"
    Semua siswanya serentak menjawab, "Sudah." Kemudian dia berkata,
    "Benarkah?" Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu
    dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit
    mengguncang- guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat
    diantara celah-celah batu-batu itu. Lalu ia bertanya kepada siswanya
    sekali lagi, "Apakah toples ini sudah penuh?" Kali ini para siswanya
    hanya tertegun, "Mungkin belum", salah satu dari siswanya menjawab.
    "Bagus!", jawabnya. Kembali dia meraih ke bawah meja dan mengeluarkan
    sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan
    pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong diantara
    kerikil dan bebatuan.

    Sekali lagi dia bertanya, "Apakah toples ini sudah penuh?" "Belum!"
    serentak para siswanya menjawab. Sekali lagi dia berkata, "Bagus!"
    Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam toples,
    sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung atas.

    Lalu si ahli Manajemen Waktu ini memandang kepada para siswanya dan
    bertanya "Apakah maksud dari ilustrasi ini?" Seorang siswanya yang
    antusias langsung menjawab, "Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu,
    jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain kedalamnya"
    "Bukan", jawab si ahli, "Bukan itu maksudnya. Sebenarnya ilustrasi ini
    mengajarkan kita bahwa: Kalau kamu tidak meletakkan batu besar itu
    sebagai yang pertama, kamu tidak akan pernah bisa memasukkannya ke dalam
    toples sama sekali. Apakah batu-batu besar dalam hidupmu? Mungkin
    anak-anakmu, suami/istrimu, orang-orang yang kamu sayangi,
    persahabatanmu, kesehatanmu, mimpi-mimpimu. Hal-hal yang kamu anggap
    paling berharga dalam hidupmu. Ingatlah untuk selalu meletakkan
    batu-batu besar tersebut sebagai yang pertama atau kamu tidak akan
    pernah punya waktu untuk memperhatikannya. Jika kamu mendahulukan
    hal-hal kecil (kerikil dan pasir) dalam waktumu maka kamu hanya memenuhi
    hidupmu dengan hal-hal kecil, kamu tidak akan punya waktu berharga yg
    kamu butuhkan untuk melakukan hal-hal besar dan penting (batu-batu
    besar) dalam hidup."

    alexa.fong
    WarKop Super DIVA
    WarKop Super DIVA

    Male
    Jumlah posting : 1800
    Lokasi : Medan
    Registration date : 21.10.08

    Re: Love your job, but never fall in love with your company

    Post by alexa.fong on Wed Jan 07, 2009 6:39 am

    sebuah pandangan yg bgs.
    nice post bro.

    MF
    WarKop Super DIVA
    WarKop Super DIVA

    Male
    Jumlah posting : 1378
    Age : 31
    Lokasi : Medan
    Registration date : 25.10.08

    Re: Love your job, but never fall in love with your company

    Post by MF on Wed Jan 07, 2009 10:22 pm

    very nice post..

    King.herlmand
    WarKop Super DIVA
    WarKop Super DIVA

    Male
    Jumlah posting : 1743
    Age : 33
    Lokasi : Tempat paling rame
    Registration date : 03.10.08

    Re: Love your job, but never fall in love with your company

    Post by King.herlmand on Thu Jan 29, 2009 5:32 pm

    emg hrs gt kn

    Sponsored content

    Re: Love your job, but never fall in love with your company

    Post by Sponsored content Today at 3:11 pm


      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 3:11 pm