WarungKopi

    SMILE is gud then SMILE it 2 everyone u meet......

    Share

    vidst
    WarungKopi Star
    WarungKopi Star

    Male
    Jumlah posting : 328
    Age : 29
    Lokasi : medan
    Registration date : 03.12.08

    SMILE is gud then SMILE it 2 everyone u meet......

    Post by vidst on Wed Jan 21, 2009 3:25 pm

    Pelajaran
    sangat berharga.... Cerita nyata yang pendek namun sangat berarti
    sehingga memberikan motivasi tersendiri dan kesadaran akan nilai-nilai
    hidup yang mulia dimana manusia hidup bukan untuk memanfaatkan sesama
    tetapi bagaimana ia dapat bermanfaat bagi sesama.

    Dari Milis rekan2.

    Silahkan baca jika ada waktu senggang
    Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis
    alumni Jerman, atau warga Indonesia yg bermukim atau pernah
    bermukim di sana . Demikian layak untuk dibaca beberapa menit,
    dan direnungkan seumur hidup.



    Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan
    kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah
    Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang

    saya harapkan setiap orang memilikinya.

    Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama
    "Smiling." Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan
    memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan
    mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa
    diminta untuk mempresentasikan didepan kelas.
    Saya adalah
    seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada
    setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.

    Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan
    anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk
    pergi kerestoran McDonald's yang berada di sekitar kampus. Pagi
    itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan
    masuk dalam antrian,
    saya menyela dan meminta agar dia saja yang
    menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih
    kosong.

    Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani,
    mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan
    bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir
    keluar dari antrian.

    Suatu
    perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan
    melihat mengapa mereka semua pada menyingkir ? Saat berbalik
    itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup
    menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang
    lelaki tunawisma yang sangat dekil! Saya bingung, dan tidak
    mampu bergerak sama sekali.

    Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki
    yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan
    ia
    sedang "tersenyum" kearah saya.
    Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga
    memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia
    meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' ditempat itu.

    Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari
    menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan
    yang akan dipesan. Secara spontan saya membalas senyumnya, dan

    seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen
    saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan
    aneh berdiri di belakang temannya. Saya segera menyadari bahwa
    lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan
    mata biru itu adalah "penolong"nya. Saya merasa sangat prihatin
    setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya
    tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah
    sampai didepan counter.

    Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang
    ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk
    memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja,
    satu cangkir Nona." Ternyata dari koin yang terkumpul hanya
    itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan
    direstoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan
    menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan
    tampaknya kedua orang
    ini hanya ingin menghangatkan badan.

    Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat
    terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka
    mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang
    hampir semuanya sedang mengamati mereka.. Pada saat yang
    bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di
    restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan
    pasti juga
    melihat semua 'tindakan' saya.

    Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya
    untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya
    tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar
    pesanan saya) dalam nampan terpisah.

    Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain
    yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya
    ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa
    nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah
    dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan
    nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan
    saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru
    itu, sambil saya berucap "makanan ini telah saya pesan untuk
    kalian berdua."

    Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu
    mulai basah ber-kaca2 dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih
    banyak, nyonya."
    Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya
    saya berkata "Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk
    kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan
    sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada
    kalian."

    Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan
    memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali
    saya merengkuh kedua lelaki itu.

    Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan
    meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya,
    yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk

    suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan
    berkata "Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu
    menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi
    diriku dan anak-2ku! " Kami saling berpegangan tangan beberapa
    saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari,bahwa
    hanya karena 'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan
    'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang
    sedang sangat membutuhkan.

    Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang
    akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu
    lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk
    sekedar ingin 'berjabat tangan' dengan kami.

    Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya,
    dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal
    bagi kami semua yang berada disini,
    jika suatu saat saya diberi
    kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu
    contohkan tadi kepada kami."

    Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum
    beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat
    kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang
    menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami
    sambil tersenyum, lalu melambai-2kan tangannya kearah kami.
    Dalam perjalanan pulang saya
    merenungkan kembali apa yang telah
    saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2
    'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh saya. Pengalaman hari
    itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang' Tuhan itu
    sangat HANGAT dan INDAH sekali!

    Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan
    'cerita' ini ditangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada
    dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum
    memulai kuliahnya saya
    dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan
    berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang
    lain?" dengan senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai
    kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan
    paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan
    seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi.
    Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan
    ceritanya, membuat para
    siswa yang hadir di ruang kuliah itu
    seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu
    berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang
    didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan
    perasaan harunya.

    Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup
    ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis
    diakhir paper saya .

    "Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa
    'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu."

    Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya
    untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku,
    anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam
    terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran
    terbesar yang tidak pernah
    saya dapatkan di bangku kuliah
    manapun, yaitu: "PENERIMAAN TANPA SYARAT."

    Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa
    diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat
    membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil
    pelajaran bagaimana cara MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN
    SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI
    HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK
    KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!

    Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda,
    teruskan cerita ini kepada orang2 terdekat anda. Disini ada
    'malaikat' yang akan menyertai anda, agar setidaknya orang yang
    membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat
    sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yang sedang membutuhkan
    uluran tangannya!

    Orang bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi dari
    kehidupanmu, tetapi hanya 'sahabat yang bijak' yang akan
    meninggalkan JEJAK di dalam hatimu.
    Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu . Tetapi untuk
    berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu ! Orang yang
    kehilangan uang, akan kehilangan banyak, orang yang kehilangan
    teman, akan kehilangan lebih banyak! Tapi orang yang kehilangan
    keyakinan, akan kehilangan semuanya! Tuhan menjamin akan

    memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka, tetapi DIA
    tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka, hewan itu
    tetap harus BERIKHTIAR untuk bisa mendapatkannya.

    Orang-orang muda yang 'cantik' adalah hasil kerja alam, tetapi
    orang-orang tua yang 'cantik' adalah hasil karya seni.
    Belajarlah dari PENGALAMAN MEREKA, karena engkau tidak dapat
    hidup cukup lama untuk bisa mendapatkan semua itu dari
    pengalaman
    dirimu sendiri

    have a nice DAY

    King.herlmand
    WarKop Super DIVA
    WarKop Super DIVA

    Male
    Jumlah posting : 1743
    Age : 33
    Lokasi : Tempat paling rame
    Registration date : 03.10.08

    Re: SMILE is gud then SMILE it 2 everyone u meet......

    Post by King.herlmand on Thu Jan 29, 2009 5:29 pm

    nice post

      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 6:35 pm