WarungKopi

    Tiap Hari Rp 1 Miliar Beredar di Dusun Ponari

    Share

    Cj'88
    WarKop Super DIVA
    WarKop Super DIVA

    Male
    Jumlah posting : 1312
    Age : 28
    Registration date : 31.10.08

    Tiap Hari Rp 1 Miliar Beredar di Dusun Ponari

    Post by Cj'88 on Mon Feb 23, 2009 10:30 am

    Dukun cilik Ponari (10) asal Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, yang sejak 17 Januari lalu praktik pengobatannya dibanjiri ribuan pengunjung, ikut memberi manfaat bagi warga desa dan sekitarnya.

    Ratusan orang ikut menikmati rezeki dari popularitas Ponari. Mulai dari tukang parkir, penjual minuman dalam kemasan, penjual makanan dan minuman, sampai kepada warga yang rumahnya dijadikan tempat penginapan bagi pengunjung.

    Dari segala aktivitas perekonomian itu, perputaran uang di kampung Ponari diperkirakan mencapai ratusan juta, bahkan bisa mencapai Rp 1 Miliar per hari.

    Rif’atin, tetangga Ponari, yang berjualan berbagai minuman, nasi bungkus, dan makanan kecil, mengaku setiap hari rata-rata mengantongi keuntungan bersih sekitar Rp 60.000. Ini jelas jumlah yang besar bagi Rif’atin yang sebelumnya bekerja sebagai buruh tani yang dibayar Rp 30.000 per hari.

    Selain membuka warung secara dadakan, Rif’atin juga menerima pengunjung yang ingin istirahat atau menginap di rumahnya yang sederhana. “Ada satu kamar kosong, jadi bisa dimanfaatkan sebagai tempat istirahat bagi yang memerlukan,” kata Rif’atin.

    Untuk penginapan ini, Rif’atin mengaku tak mematok tarif. Tapi rata-rata pengunjung memberikan uang Rp 25.000/malam. “Kita sifatnya menolong orang yang lagi kesusahan dan mencari kesembuhan. Jadi, seikhlasnya saja,” imbuh Ri’atin.

    Masduki, tukang ojek warga Desa Denanyar, mengaku setiap hari penghasilannya bervariasi. Kalau akhir pekan, Sabtu dan Minggu, Masduki mengaku bisa mengantongi uang Rp 200.000.

    “Kalau pas ramai, bisa narik sampai 15 kali. Tapi kalau sepi, misalnya hari Jumat, dapat Rp 100.000 sudah bagus,” imbuh Masduki, yang semula bekerja sebagai pekerja bengkel sepeda motor itu.

    Banyak informasi menyebut panitia dan tukang parkir memeroleh hasil besar dari kesuksesan Ponari menarik massa ini. Namun Imam Suhadi, salah satu panitia menyebut, tidak semua tukang parkir mendapat rezeki berlimpah.

    Memang, kata Imam, ada yang dapat uang banyak, utamanya yang mengelola parkir di ujung jalan poros desa, di mana mobil diharuskan parkir di situ karena tidak dibolehkan masuk ke gang yang menuju rumah Ponari. “Pernah dalam sehari semalam mereka mendapat Rp 4 juta. Setelah dibagi anggota kelompoknya, masing-masing memperoleh sekitar Rp 800.000,” ujarnya. Untuk parkir mobil ditarik ongkos Rp 5.000. Tapi banyak juga yang memberikan lebih dari itu.

    Panitia sendiri? Imam menyatakan jika ada yang mengira panitia mendapat uang banyak dari aktivitasnya mengelola pengobatan Ponari, itu keliru. “Kami memang mendapat honor, utamanya dari parkir sepeda motor yang kami kelola. Namun jumlahnya kecil, rata-rata Rp 15.000/hari. Tapi kami bahagia bisa membantu orang yang membutuhkan pertolongan,” kata Imam.

    Sejak pamor Ponari sebagai dukun cilik melonjak tajam, peredaran uang di dusun yang relatif miskin itu juga meningkat tajam. Jika dihitung rata-rata setiap hari pengunjung datang berjumlah 6.500 orang dan setiap pengunjung selama di dusun tersebut membelanjakan uangnya rata-rata Rp 25.000, maka uang yang berputar di sana mencapai sekitar Rp 162,5 juta per hari.

    Jumlahnya bahkan bisa lebih dari itu pada hari Sabtu dan Minggu, karena jumlah pengunjung bisa mencapai 20.000 orang. Selain itu, pada Sabtu dan Minggu banyak pengunjung luar kota yang menggunakan mobil pribadi, yang tentu lebih royal dalam membelanjakan uangnya.

    Adapun hitungan rata-rata pengeluaran total Rp 20.000/hari/ pengunjung itu didapat dari rincian untuk biaya beli kupon Rp 5.000, parkir sepeda motor Rp 3.000, kotak amal Rp 5.000, beli satu botol air minum dalam kemasan Rp 2.000 (untuk dicelup batu ajaib Ponari), serta biaya makan-minum Rp 10.000.

    Mulyati, warga Desa Tengaran, Kecamatan Peterongan, Jombang mengatakan sudah dua kali datang ke Ponari, dan rata-rata mengeluarkan uang Rp 22.000.

    Namun Suhardi, anggota FPDIP DPRD Jombang yang juga tetangga Ponari mengatakan, uang yang beredar di kampung itu bisa mencapai Rp 1 miliar setiap hari. “Sebab, rata-rata jumlah pengunjung 20.000 orang, dan setiap orang membelanjakan uang Rp 50.000,” kata Suhardi.

    Sementara itu, uang yang sudah terkumpul dari kotak amal milik Ponari diperkirakan sudah mencapai sekitar Rp 600 juta. Sebab, posisi pada 6 Februari lalu, menurut Senen, 70, kerabat Ponari, saldo uang di bank atas nama Mukharomah, ibunda Ponari, Rp 328 juta. Jika pada 6 Februari saja Rp 328 juta, wajar jika sekarang posisinya mencapai 600 juta.

    Hitungan kasarnya, jika sejak buka praktik 17 Januari lalu, setiap hari Ponari mengobati rata-rata 6.000 orang saja, dan setiap pasien memasukkan uang di kotak amal rata-rata Rp 5.000, maka selama 22 hari pengobatan (setelah dikurangi libur setiap Jumat dan libur akibat penutupan sementara), terkumpul minimal Rp 600 juta.

    Senen mengaku tidak seluruh uang dari kotak amal dimasukkan ke bank, tapi sebagian juga untuk kebutuhan operasional sehari-hari seperti sewa tenda, kursi, pengeras suara, dan sebagainya.

    Minta Maaf

    Sementara itu, insiden pemukulan terhadap anggota TNI AL yang dilakukan panitia yang mengawal praktik pengobatan Ponari, agaknya membuat panitia gerah. Panitia pun lantas menyatakan minta maaf.

    Permintaan maaf itu disampaikan ketuanya, Anang Bagus, melalui wartawan, Minggu (22/2). “Kami atas nama panitia secara tulus menyatakan permohonan maaf kepada anggota marinir yang menjadi korban kekerasan,” kata Anang.

    Tapi Anang membantah jika pelaku kekerasan terhadap anggota TNI tersebut adalah panitia. Menurutnya, pelaku pengeroyokan adalah sesama pengunjung.

    Menurut Anang, panitia berencana untuk menutup selamanya praktik pengobatan Ponari, karena massa pengunjung sudah sulit dikendalikan, sehingga panitia kewalahan. Rencana penutupan segera dirapatkan Minggu (22/2) malam, melibutkan unsur Muspika.

    Seperti diberitakan, panitia pengobatan Ponari mengeroyok seorang anggota TNI AL, Sabtu (21/2). Gara-garanya sepele, yakni korban yang bernama Sungkono (bukan Suwoto sebagaimana diberitakan kemarin, -Red), dianggap tidak patuh pada aturan panitia. Bermula ketika Sungkono berupaya memeroleh air bertuah milik Ponari guna memberikan pengobatan kepada ibundanya.

    Karena massa mengantre lewat jalur (pintu) masuk ke praktik Ponari penuh, Sungkono berusaha masuk melalui pintu keluar. Korban yang berpakaian preman itu ditolak masuk panitia.
    Salah satu panitia menanyakan kartu tanda anggota (KTA) korban guna memastikan jika korban merupakan anggota TNI. Tapi sebelum Sungkono memperlihatkan KTA-nya, mendadak salah satu panitia melayangkan pukulan ke arah Sungkono.

    sakura_boyz
    King Of Warkop
    King Of Warkop

    Male
    Jumlah posting : 2525
    Age : 32
    Lokasi : M.E.D.A.N city
    Registration date : 17.09.08

    Re: Tiap Hari Rp 1 Miliar Beredar di Dusun Ponari

    Post by sakura_boyz on Mon Feb 23, 2009 10:58 am

    Ada penjelasan medis ga ttg kesembuhan dengan batu tersebut?
    Soalnya ga masuk akal aja kq bs yah?

    Cj'88
    WarKop Super DIVA
    WarKop Super DIVA

    Male
    Jumlah posting : 1312
    Age : 28
    Registration date : 31.10.08

    Menkes: Saya Tak Berhak Katakan Ponari Benar atau Salah

    Post by Cj'88 on Mon Feb 23, 2009 11:05 am

    FENOMENA dukun cilik Ponari, menurut Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, tidak bisa diatasi dengan cara-cara rasional, seperti pelarangan praktik. Karena menurut Menkes, fenomena Ponari ini menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap suatu keajaiban yang tidak bisa dirasionalkan. Penyelesaian masalah ini hanya menunggu waktu.

    “Ini tidak bisa diatur. Itu akan hilang seiring dengan waktu. Kalau sudah tahu bahwa dia tidak sembuh, nanti lama-lama pasti akan berhenti. Kita lihat saja nanti,” kata Fadilah saat dihubungi Surya, Senin (16/2).

    Untuk mengatasi hal ini, pemerintah khususnya departemen kesehatan tidak bisa berbuat banyak karena kebijakan rasional pemerintah tidak akan bisa dijalan dengan kepercayaan yang sudah melekat di masyarakat.

    Menurut Fadilah, yang lebih dituntut peranannya dalam hal ini adalah kalangan ulama untuk menyadarkan bahwa fenomena ini bisa mengarah pada hal-hal yang berbau syirik. Fadilah juga membantah jika fenomena Ponari ini berhuhungan dengan kurang teraksesnya layanan kesehatan masyarakat di wilayah Jawa Timur khususnya. Karena, lanjut Siti Fadillah, mereka yang datang ke Ponari itu bukan orang-orang miskin, malah orang-orang kaya yang punya mobil-mobil bagus, termasuk orang yang pergi berobat ke luar negeri.

    “Fenomena Ponari tidak ada hubungannya tidak mahal dan murahnya. Jadi bukan masalah kurangnya layanan kesehatan, tapi itu fenomena sosial. Dimana ada sekelompok orang-orang yang ingin suatu keajaiban di dalam hidupnya,” terangnya.

    Menurut Menkes, praktik pengobatan yang dilakukan Ponari tidak bisa digolongkan dalam pengobatan tradisional, jadi tidak perlu dimintakan izin resmi.
    Siti Fadilah juga mengaku tidak perlu membuat semacam kebijakan khusus untuk mengatur masalah ini. “Yang penting dari Satpol PP mengaturnya,” katanya.

    Apakah Menkes percaya dengan praktik Ponari ini. “Wallahualam,” kata Siti Fadilah yang kerap berkerudung ini.

    Menurut dia, keajaiban selalu ada, tapi apakah Ponari itu ajaib atau tidak, Fadilah tidak bisa mengatakan karena tidak pernah bertemu. "Saya tidak berhak mengatakan itu salah atau itu benar," katanya.

    Cj'88
    WarKop Super DIVA
    WarKop Super DIVA

    Male
    Jumlah posting : 1312
    Age : 28
    Registration date : 31.10.08

    Prof Dr dr Hariyadi: Ponari Punya Tenaga Dalam Besar

    Post by Cj'88 on Mon Feb 23, 2009 11:07 am

    Kemampuan Ponari untuk menyembuhkan penyakit rupanya bukan isapan jempol. Bocah kelas III SD ini disebut memiliki kekuatan tenaga dalam yang besar. Adanya tenaga dalam besar pada diri Ponari itu dipastikan oleh peneliti kesehatan tradisional Prof Dr dr Hariyadi Soeprapto, Kamis (12/2).

    Hariyadi bisa memberi pernyataan setelah mengamati foto diri Ponari dan merasakan kekuatan bocah itu dari jauh. “Anak ini punya power, tapi kekuatan dari dirinya sendiri hanya kecil. Kekuatan yang besar adalah kekuatan yang masuk dalam dirinya,” ujar Hariyadi setelah mendeteksi "kekuatan" Ponari melalui foto pada Kamis. Untuk mendeteksi kekuatan Ponari, Prof Hariyadi yang dikenal punya daya linuwih ini menggunakan media cincin dan benang yang ia jadikan sebagai pendulum.

    Lebih lanjut, perintis Museum Kesehatan Surabaya (yang berada di bawah naungan Departemen Kesehatan) ini mengatakan bahwa kekuatan penyembuhan Ponari adalah pada kekuatan tenaga dalam tiban dan bukan kekuatan elektrik yang dihasilkan oleh petir.

    “Kekuatan itu sebenarnya sudah lama masuk dalam diri Ponari, tapi mungkin ada tambahan kekuatan. Jika disebut-sebut karena terkena petir, bisa saja energi dari petir itu hanya sebagai tambahan,” kata Hariyadi.

    Namun, sebagai tenaga dalam tiban, kekuatan pada diri Ponari saat ini bisa saja sewaktu-waktu keluar. “Dia (Ponari) sebenarnya juga tidak sadar akan adanya kekuatan itu dalam dirinya. Kalau kekuatan itu keluar, ya dia tidak punya kekuatan apa-apa lagi,” kata Prof Hariyadi.

    Yang mengkhawatirkan, menurut Hariyadi, kekuatan besar pada diri Ponari sebenarnya adalah kekuatan negatif. “Kekuatan yang keras dan kasar bisa saja digunakan untuk santet,” tutur Hariyadi.

    Namun, untungnya, imbuh dia, kekuatan tersebut selama ini digunakan untuk keperluan penyembuhan penyakit. “Kasihan sebenarnya dia (Ponari). Suatu saat dia bisa dikendalikan oleh kekuatan itu,” papar pria yang memperoleh gelar profesor sebagai Ahli Peneliti Utama (APU) karena penelitiannya selama di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

    Bagi Hariyadi, fenomena pengobatan yang dilakukan Ponari tidak bisa hanya dianalisis dari sisi ilmiah. Semua orang seharusnya lebih bijaksana menghadapi fenomena Ponari ini, termasuk di dalamnya kemungkinan adanya kekuatan gaib pada diri Ponari yang tidak bisa dijelaskan dengan akal.

    “Ini bukan sekadar ilmu logika. Harus diakui bahwa masyarakat yang berduyun-duyun ke praktik Ponari melihat hal ini dari sisi kegunaan, dari sisi aksiologinya saja. Mereka tak butuh penjelasan ilmiah, mereka hanya ingin sembuh,” ujar Hariyadi.

    Sehari sebelumnya saat Surya belum menunjukkan foto Ponari kepadanya untuk "dideteksi" jarak jauh, secara umum Hariyadi menjelaskan bahwa faktor-faktor kesembuhan yang dialami oleh pasien Ponari antara lain bisa berasal dari tenaga dalam yang dimiliki Ponari, batu petir yang digunakannya, dan faktor sugesti pasien.

    Sugesti, kata dia, punya peran dalam penyembuhan seseorang. Secara teori, sugesti yang dibangkitkan oleh seseorang pada dirinya sendiri bisa merangsang hormon-hormon dalam tubuh untuk mengeluarkan sel-sel pelawan penyakit atau antibody.

    Ditilik dari batu yang digunakan, juga ada beberapa kemungkinan. “Dari bahan batunya, bisa saja dia memiliki kandungan kimia yang bermanfaat, misalnya kalium atau mineral. Namun, ini harus diteliti dulu,” ujar Hariyadi yang getol meneliti pengobatan alternatif ini.

    Jika batunya memang memiliki kandungan demikian, masyarakat yang punya keluhan penyakit karena kekurangan mineral, misalnya, tentu bisa terbantu.

    Kemungkinan lain, batu yang digunakan untuk pengobatan memiliki kandungan radiasi, misalnya uranium. Ada beberapa radiasi yang sifatnya menyembuhkan.

    Namun, kata dia, bisa jadi juga ada kekuatan magis pada batu itu. Ini disebut radiesthesia atau radioestesia—suatu kekuatan parapsikologis untuk mendeteksi "radiasi" atau aura dalam badan manusia. “Untuk mengetahui kekuatan itu hanya bisa melalui rasa,” ujar Hariyadi.

    Cj'88
    WarKop Super DIVA
    WarKop Super DIVA

    Male
    Jumlah posting : 1312
    Age : 28
    Registration date : 31.10.08

    Air Batu Ajaib Ponari Akan Dibuatkan Instalasi

    Post by Cj'88 on Mon Feb 23, 2009 11:08 am

    Indikasi adanya eksploitasi terhadap Muhammad Ponari (9) dukun cilik dari Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, mendapatkan perhatian serius dari Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (KPA) Seto Mulyadi.

    Pakar psikologi anak itu menyempatkan diri mengunjungi Ponari di tempat tinggalnya, di dusun yang berjarak sekitar 15 kilometer arah barat laut Kota Jombang itu, Minggu (15/2) sore.

    Kedatangan Kak Seto—demikian dia akrab disapa—yang hanya disertai salah satu stafnya, Gufron, diantar Wakapolres Jombang Kompol Deden Kimhar, Kasatreskrim AKP Boby Tambunan, serta personel Unit Pelayanan Perempuan dan Anak PPA) Polres Jombang.

    Rombongan Kak Seto tiba di lokasi sekitar pukul 17.30, dan langsung masuk ke rumah milik Dawuk, yang selama pengobatan ini menjadi tempat menginap Ponari dan ibundanya, Mukharomah.

    Dari pihak keluarga Ponari, ikut menemui Mukharomah, dan Ponari sendiri. Pertemuan yang berlangsung tertutup, tidak berlangsung lama, hanya sekitar 25 menit.

    Seusai pertemuan, Seto Mulyadi menceritakan, pada pokoknya kedatangan dirinya hanya memberikan pengertian kepada Ponari dan keluarganya tentang hak-hak Ponari sebagai anak, yang harus dilindungi.

    Diungkapkan, Ponari ketika ditanya tentang kegiatannya mengobati akhir-akhir ini, menyatakan sebenarnya senang. “Tapi kalau jumlahnya banyak, dia mengaku tidak suka. Alasannya capek,” kata Seto. Ponari, imbuh Kak Seto, juga mengungkapkan keinginannya untuk kembali sekolah.

    Pada pertemuan itu, setelah mengorek ihwal pengobatan ala Ponari dengan menggunakan batu ajaib itu, lantas mencari solusi, yang tidak merugikan masyarakat yang memerlukan pengobatan, dan tidak merampas hak-hak Ponari sebagai anak.

    Laki-laki kelahiran Klaten, Jawa Tengah, itu mengusulkan agar dibuatkan semacam instalasi untuk mengalirkan air sakti ala Ponari ke beberapa tempat tertentu di area lokasi pengobatan.

    Instalasi itu terdiri dari beberapa drum atau tangki air ditempatkan pada lokasi agak tinggi, dihubungkan dengan pipa-pipa paralon, kemudian di tempat-tempat tertentu dipasang keran untuk mengucurkan air di tangki lewat pipa.

    Praktiknya, kata Kak Seto, setiap hari drum besar atau tangki diisi air. Kemudian Ponari mencelupkan batu ajaib ke dalam air di tangki itu, yang itu semua dilakukan dengan disaksikan para pengunjung. Selanjutnya air yang sudah dicelup batu ajaib akan mengalir ke pipa-pipa, yang dipasangi keran di tempat-tempat tertentu, untuk mengucurkan air.

    “Jadi kalau pasien butuh air untuk berobat, tinggal panitia atau siapapun membukakan kran, diisikan ke gelas pasien,” kata Kak Seto.
    Kak Seto mengaku usulannya itu sudah disetujui oleh Ponari maupun keluarganya.

    “Dengan cara demikian, tenaga dan waktu yang digunakan Ponari untuk pengobatan jauh lebih sedikit dari pada yang selama ini dilakukan,” kata Kak Seto.

    Selain mengusulkan dibangunnya instalasi air sakti model PDAM itu, Kak Seto juga usul agar waktu pengobatan dibatasi. Yakni Ponari hanya mengobati pada pukul 15.00 hingga pukul 17.00. “Sebab pagi hari dia harus sekolah dan bermain,” kata Kak Seto.

    Seusai menemui Ponari, Kak Seto menemui Bupati Jombang Suyanto di pendapa kabupaten. Kepada Suyanto, Kak Seto mengulangi lagi usulannya itu dan diungkapkan itu semua sudah disetujui Ponari dan keluarganya.

    Atas usulan itu, Bupati Suyanto berjanji akan membantu dengan membangun instalasi air sakti tersebut. “Insya Allah besok sudah bisa mulai kita kerjakan. Saya kira itu tidak akan memerlukan waktu lama,” kata Suyanto.

    Sebetulnya, imbuh Suyanto, pihainya sebelumnya pernah mengusulkan hal serupa, tapi ditolak panitia karena pengunjung hanya minta diobati secara langsung, yakni tangan Ponari yang memegang batu ajaib mencelupkan ke air di wadah para pasien.

    Cj'88
    WarKop Super DIVA
    WarKop Super DIVA

    Male
    Jumlah posting : 1312
    Age : 28
    Registration date : 31.10.08

    Kasus Ponari, Potret Buruk Layanan Kesehatan

    Post by Cj'88 on Mon Feb 23, 2009 11:09 am

    Fenomena kemunculan dukun cilik Ponari merupakan kritik keras terhadap buruknya kualitas kesehatan di Wilayah Jawa Timur. Karena itu, perbaikan pelayanan kesehatan di Jawa Timur mendesak dilakukan.

    Demikian diungkapkan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Senin (16/2) di Surabaya. Realitas ini menunjukkan harapan masyarakat akan layanan kesehatan yang gampang dan murah. "Selain itu, melalui Ponari mereka didekati secara psikologis tanpa harus merasa takut," ujar Karwo.

    Menurut Karwo, harapan berlebih masyarakat terhadap Ponari menunjukkan kurangnya pelayanan kesehatan, baik dari segi kemampuan ekonomis masyarakat untuk membayar maupun pelayanan petugas kesehatan. Di puskesmas, warga harus membayar dan menunggu lama. "Bahkan kadang sikap dari petugas kesehatan kurang ramah sehingga warga justru takut," ucapnya.

    Menyikapi realitas ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur sedang menggagas pembebasan biaya kesehatan di Puskesmas. Selain itu, pemerintah Provinsi Jawa Timur juga akan membenahi kualitas sumber daya manusia dalam pelayanan kesehatan. "Jika pelayanan kesehatan tak dibenahi, maka akan timbul Ponari-Ponari lainnya," tutur Karwo.

    Terkait pelayanan kesehatan Ponari di Jombang, pemer intah Provinsi Jawa Timur belum akan menghentikan praktik pengobatan tersebut. Menurut Karwo, masih akan dilakukan pembahasan secara sosiologis antara Dinas Kesehatan, Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang, dan pihak Kepolisian.

    Hingga saat ini, ribuan warga masih berkunjung ke rumah dukun cilik Ponari. Selain menyedot massa, praktik pengobatan ini juga merenggut empat nyawa pengunjung dan warga setempat karena padatnya kedatangan pasien yang ingin berobat.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Awi Supriyadi belum bisa dihubungi terkait rencana revitalisasi pelayanan Puskesmas di Jawa Timur.

    Cj'88
    WarKop Super DIVA
    WarKop Super DIVA

    Male
    Jumlah posting : 1312
    Age : 28
    Registration date : 31.10.08

    Gus Sholah Pun Bicara Fenomena Ponari

    Post by Cj'88 on Mon Feb 23, 2009 11:16 am

    Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, mengiaskan fenomena dukun cilik Ponari dengan seseorang yang sedang melakukan ritual ziarah kubur.

    "Untuk menjawab pertanyaan, apakah berobat ke tempat Ponari itu musyrik atau tidak, kita bisa melihat niatan orang yang berziarah kubur," katanya di Jombang, Jawa Timur, Minggu (22/2).

    Ia menjelaskan, kalau seseorang berobat ke tempat Ponari dan meyakini bahwa batu yang dibawa bocah berusia sembilan tahun itu bisa menyembuhkan segala jenis penyakit, sudah pasti orang tersebut telah melakukan perbuatan syirik.

    "Akan tetapi, kalau seseorang menganggap bahwa batu Ponari itu hanya sebagai wasilah (perantara), sedangkan yang menyembuhkan penyakit adalah Allah, maka sama sekali tidak ada perbuatan menyekutukan Allah," kata cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratusy Syekh Hasyim Asy’ari itu.

    Perbuatan itu sama halnya dengan orang berziarah kubur. "Kalau orang berziarah kubur lalu berdoa dan meminta kepada ahli kubur, jelas dia berbuat kemusyrikan," kata Gus Sholah.

    Oleh sebab itu, metode pengobatan yang dilakukan dukun cilik asal Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, itu tidak bisa dinilai syirik karena mengandung unsur-unsur takhayul begitu saja. "Harus arif dalam menilai pengobatan yang dilakukan Ponari. Tidak bisa melihat dari satu sudut pandang saja," kata adik kandung mantan Presiden Abdurrahman Wahid itu.

    Fenomena Ponari itu, lanjut Gus Sholah, bukan merupakan ancaman serius terhadap syariat Islam sehingga tidak seharusnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa syirik. "Demikian pula terhadap masyarakat Jombang yang dikenal religius karena banyaknya pondok pesantren, sama sekali tidak terusik dengan fenomena Ponari," kata mantan anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) itu.

    Justru dia menyarankan masyarakat Desa Balongsari untuk bergotong royong dalam menertibkan antrean pasien agar tragedi yang menewaskan empat pasien akibat terinjak-injak ribuan pasien lainnya tidak terulang.

    King.herlmand
    WarKop Super DIVA
    WarKop Super DIVA

    Male
    Jumlah posting : 1743
    Age : 33
    Lokasi : Tempat paling rame
    Registration date : 03.10.08

    Re: Tiap Hari Rp 1 Miliar Beredar di Dusun Ponari

    Post by King.herlmand on Sun Mar 01, 2009 2:42 pm

    bikin rusak kehidupan aja

    Sponsored content

    Re: Tiap Hari Rp 1 Miliar Beredar di Dusun Ponari

    Post by Sponsored content Today at 9:02 pm


      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 9:02 pm